Dunia Digital Amanku
01Menelusuri perjalanan karyanya sendiri dari layar ke HP orang rumah — lalu belajar menjaga diri di sepanjang jalan itu.
Studio koding & kecerdasan artifisial untuk anak SD
Anak tidak “mengambil kursus”. Ia masuk studio — Game Studio, Studio Cerita, AI Studio — dan setiap termin membawa pulang karya yang bisa dibuka, dijalankan, dan ditunjukkan ke keluarganya.
Anak menggambar karakternya sendiri, mewarnai latarnya, memilih benda yang dikumpulkan, memberi judul — lalu memainkannya. Tanpa akun, tanpa daftar, tanpa biaya. Semua gambarnya tetap di perangkat Anda.
Buka gamenyaIni bukan gambar. Gamenya berjalan sungguhan di bingkai ini.
Sebelum lesson pertama mana pun
Sebelum membayar apa pun, anak sudah menggambar karakter, mewarnai latar, menentukan aturan mainnya, memainkannya sampai tamat, mengirimkannya ke rumah, dan membagikannya ke teman. Itu bukan hiburan pembuka — itu kosakata yang dia bawa masuk ke kelas.
Digambar sendiri, garis demi garis. Di Studio Cerita, tokoh itulah yang dihidupkan.
Penghitung yang dia lihat bekerja. Di Lesson 4 Game Studio 1, dia membuatnya sendiri.
Ternyata cuma sebuah variabel dan satu perbandingan. Itu isi Lesson 5.
Daftar nama yang dia lihat. Di Game Studio 2 dia menyusun sistemnya sendiri.
“Game yang kamu bikin itu ada mesinnya. Hari ini kamu buka mesinnya.”
Lima studio · 50 lesson
Tiap studio menutup dengan karya yang bisa dijalankan, dan membuka dengan menunjuk balik ke karya sebelumnya. Anak selalu tahu ia sedang melanjutkan sesuatu, bukan memulai dari nol di ruangan asing.
Menelusuri perjalanan karyanya sendiri dari layar ke HP orang rumah — lalu belajar menjaga diri di sepanjang jalan itu.
Membongkar game buatannya sendiri, lalu menyusun ulang mesinnya di Scratch: gerak, aturan, skor, nyawa, level, sampai game orisinal yang dimainkan orang lain.
Membandingkan karya tangannya sendiri dengan hasil mesin, menemukan kesalahan AI dan membuktikannya, lalu terbiasa menyebut bagian mana yang dibantu mesin.
Untuk anak yang tidak tertarik game. Tokoh yang sudah dia gambar diberi kostum, suara, percakapan, dan cerita — ditutup pemutaran perdana untuk keluarga.
Blok buatan sendiri, daftar nilai, papan skor yang dia susun sendiri, musuh yang punya kelakuan, dan proyek besar yang diuji ke pemain sungguhan.
Perpindahan dari blok ke kode teks untuk anak yang naik ke SMP. Sedang disiapkan — belum dibuka, dan kami tidak menjualnya sebelum siap.
Geser ke samping untuk melihat studio lainnya →
Yang dibawa pulang
Yang kami kejar dari setiap anak adalah satu kalimat: “Saya membuat ini.” Bukan “saya sudah menonton videonya”. Karena itu ukuran keberhasilannya karya, dan karyanya tersimpan sejak hari pertama.
Kecepatan belajar
Anak tidak perlu menunggu kelas live untuk lanjut ke lesson berikutnya. Tapi setiap lesson punya tiga gerbang, dan ketiganya harus dilewati — termasuk oleh anak yang paling cepat.
Berkasnya dibuka dan dijalankan. Diperiksa otomatis, seketika, tanpa menunggu siapa pun.
Rekaman 60 detik: kenapa dibuat begini dan bukan begitu. Diperiksa mentor, paling lama sehari. Anak yang menyalin bisa punya berkas yang jalan; ia tidak bisa menjelaskan pilihannya.
Satu tantangan yang tidak pernah didemokan di video mana pun — jadi tidak ada yang bisa ditiru, hanya bisa dikerjakan.
Sikap kami soal AI
Banyak program menjual “anak bisa pakai ChatGPT”. Kami mengajarkan sebaliknya: anak menemukan sendiri satu kesalahan AI lalu membuktikannya, membandingkan hasil mesin dengan karya tangannya sendiri, dan terbiasa menyebut bagian mana yang ia kerjakan sendiri.
Keamanan & data anak
Akun anak dibuat hanya setelah persetujuan wali. Data yang tidak dipakai untuk belajar tidak disimpan — tanpa alamat rumah, tanpa NIK.
Tidak ada iklan pihak ketiga di area anak. Data anak tidak diperjualbelikan kepada siapa pun.
Semua komunikasi lewat kanal yang bisa dilihat orang tua dan tim. Rekaman kelas hanya untuk kelas terkait.
Mengikuti UU Perlindungan Data Pribadi. Data dapat dihapus atas permintaan wali. Naskah lengkap kebijakan privasi sedang disusun dan akan ditautkan di halaman ini — kami tidak memasang teks kebijakan sebelum isinya benar-benar ditetapkan.
Untuk sekolah
Permendikdasmen No. 13/2025 menjadikan Koding & KA sebagai mata pelajaran pilihan. Mandatnya sudah ada; yang belum adalah kapasitasnya. Kami menyediakan kurikulum siap ajar, platform, pelatihan guru, dan laporan capaian — guru tetap memegang kelasnya.
Yang sering ditanyakan
Bisa. Tiga studio pertama tidak punya prasyarat apa pun. Dan anak tidak masuk dengan tangan kosong: sebelum kelas pertama ia sudah membuat gamenya sendiri lewat halaman yang bisa dicoba gratis di situs ini, jadi kelas pertamanya terasa seperti melanjutkan, bukan memulai.
Tidak untuk semuanya. Dunia Digital Amanku dan AI untuk Anak Cerdas cukup dengan HP atau tablet. Tiga studio lain — Game Studio 1, Studio Cerita & Animasi, dan Game Studio 2 — memakai Scratch dan memang butuh laptop atau PC.
Untuk sekarang, sebagian. Lima studio yang sudah siap dirancang untuk usia masuk 9–12 tahun, dan Game Studio 2 menerima sampai 13. Kursus khusus untuk usia 12–14 — Jembatan Teks, perpindahan dari blok ke kode teks — sedang disiapkan dan belum dibuka. Kami memilih mengatakan ini apa adanya daripada memasukkan anak SMP ke kelas yang tidak dirancang untuknya.
Bahan mentahnya memang gratis, dan kami memakainya. Yang tidak gratis adalah urutannya: 50 lesson yang saling menyambung, mentor yang memeriksa penjelasan anak satu per satu, tiga gerbang yang menahan anak melompat tanpa bukti, dan portofolio yang tumbuh. Anak yang belajar sendiri dari internet biasanya berhenti di titik yang sama: karyanya jalan, tapi tidak ada yang menanyakan kenapa.
Sertifikat bisa diterbitkan, tapi itu bukan yang kami jual. Yang kami jual adalah karya yang bisa Anda buka dan mainkan hari itu juga. Sertifikat menyatakan anak hadir; portofolio menunjukkan apa yang bisa ia kerjakan — dan bagaimana kemampuannya berubah dari bulan pertama ke bulan keenam.
Kami tidak menjanjikan anak Anda “jadi programmer”. Yang kami janjikan lebih kecil dan lebih bisa dibuktikan: cara berpikir yang terlatih, karya nyata setiap termin, dan portofolio yang tumbuh. Janji besar dengan bukti kecil adalah cara paling cepat mengecewakan orang tua.
Suruh dia membuat gamenya dulu. Gratis, tanpa akun, selesai dalam sepuluh menit. Kalau dia menggambar karakternya sampai detail dan tidak mau berhenti, Anda sudah punya jawabannya.